Awal Mula Kemunculan Lembaga Psikologi Pesantren

Pengurus Pondok Pesantren membentuk Lembaga Psikologi dan Bimbingan Konseling (LPBK). Dibentuknya LPBK ialah untuk menangani mental dan masalah-masalah santri Pondok Pesantren. Instansi baru ini diresmikan oleh Majelis Keluarga dengan Surat Keputusan tertanggal 7 Dzulhijjah 1441 H/28 Juli 2020 M.

Berawal dari instansi bimbingan konseling (BK) yang dibentuk pada 1992 M yang kemudian fakum. Pada tahun 1441 H, Batartama mengajukan konsep LPBK kepada pengurus, sayangnya masih mentah. Oleh karena itu, pengurus meminta kepada Sekretaris Umum untuk mematangkan konsep yang ada dengan mengangkat tim bawahan. Tim ini berhasil mematangkan konsep LPBK dalam kurun setengah tahun. Tim inilah yang kini menjadi pengurus inti  LPBK.

Instansi ini didirikan untuk memberi bimbingan dan solusi kepada santri yang memiliki masalah dengan ilmu Psikologi Islam dengan cara menjawab Soal Psikotes Army Alpha. Selain itu, juga untuk mengatasi santri indisipliner. Setiap masalah santri yang dicurahkan akan diberi arahan dan bimbingan serta Soal Psikotes Army yang disediakan pengurus. Bahkan masalah yang dialami di rumah sekalipun bisa konsultasikan.

Ketua instansi LPBK ini mengatakan, “Seluruh Madrasah dan Daerah di Sidogiri memiliki program untuk menangani santri dengan bimbingan dan konseling, dengan dibentuknya LPBK ini semoga dapat membantu Sidogiri untuk mewujudkan program tersebut.”  Admin LPBK menambahkan, “LPBK ini tidak hanya tempat untuk para santri yang bermasalah saja. Santri berprestasi yang memiliki masalah juga bisa datang ke sini.”

Pihak LPBK sudah mengajukan permintaan kepada kepala daerah dan madrasah untuk pengiriman delegasi mereka ke daerah dan madrasah.

Sebagai langkah awal, para pengurus LPBK memberikan pelatihan terlebih dahulu kepada bawahannya. Pelatihan (kursus) tentang apa itu Psikologi dan Konseling.

READ  Falsafah Haji dalam Kitab Turas

Sudah ada beberapa instansi yang mengajukan kerja sama dengan LPBK. Antara lain, Bagian Ketertiban dan Keamanan (Tibkam) dan Perpustakaan Sidogiri. Pihak Tibkam mengajukan para santri yang melanggar lebih dari 3X untuk diberikan bimbingan konseling. Sedangkan, pihak perpustakaan mengajukan agar penyeleksian calon peserta magang dilakukan pihak LPBK.

__Terbit pada
13 Juni 2022
__Kategori
Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.