Melanjutkan Dakwah Walisongo dengan Cerpen

Sebelum Indonesia merdeka dari para diktator penjajah seperti Portugis Inggris Belanda dan terakhir Jepang, mereka telah lama merdeka secara ruhaniyahnya, ya  mereka hanya dijajah zahirnya saja, akan tetapi ruh mereka telah lama merdeka menuntun ajaran yang benar Yang di dakwahkan oleh jajaran para Wali ALLAH atau yang di kenal dengan walisongo. Sungguh kehebatan dan kelihaian para walisongo dalam menuntun masyarakat dari kegelapan menuju kebenaran yang terang benderang dengan barometer interaksi dakwah para Walisongo .

Katakanlah. Pada periode penyebaran agama islam di jawa, para penyebar agama islam (Wali Songo) dalam menjalankan dakwahnya telah memakai alat berupa wayang kulit. Salah satu Wali Songo yang piawai memainkan wayang kulit sebagai media penyebaran islam adalah Sunan Kalijaga, mengingat cerita itu sarat dengan unsur unsur agama hindu-budha, maka Sunan Kalijaga berusaha memasukkan unsur unsur islami dalam pewayangan, ajaran ajaran dan jiwa keislaman itu dimasukkan sedikit demi sedikit. 

Bahkan lakon atau kisah dalam pewayangan tetap mengambil cerita pandawa dan kurawa yang mengandung ajaran kebaikan dan keburukan.

kondisi inilah yang mendorong sunan kali jaga merombak bentuk wayang dan memasukkan unsur unsur baru berupa ajaran islam dengan membuat “pakem pewayangan baru” yang bernafasakan islam, seperti cerita jimat kalimosodo, atau dengan cara menyelipkan ajaran islam dalam pakem pewayangan yang asli. Dengan demikian masyarakat yang menonton wayang dapat menerima langsung ajaran islam dengan sukarela dan mudah.

Interaksi dakwah Wali songo dulu untuk mengumpulkan masyarakat sekitar, pertama tama di tabuhlah gong bertalu talu yang suaranya kedengaran di mana mana, kebiasaan masyarakat pada waktu itu apabila mendengar bunyi bunyian, mereka pun berdatangan. Mereka masuk melalui gapura yang dijaga oleh para wali. kepada mereka dikatakan bahwa siapa saja yang mau lewat gapura dosanya akan di ampuni sebab ia telah masuk Islam. Dengan catatan orang yang memasuki gapura harus membaca syahadat. setelah mengambil air wudhu di sebelah kiri kolam, mereka di bolehkan masuk masjid untuk mendengarkan cerita cerita  wayang gubahan para wali yang bernafaskan nilai nilai keislaman, bila waktu shalat tiba, mereka di ajak shalat yang di pimpin oleh para wali. Sungguh betapa hebatnya para beliau beliau itu.

READ  Kesunyian

Hal ini, dakwah seperti ini sangat efisien bagi kita untuk melanjutkan dakwah yang dilakukan oleh para pendahulu kita. Jika dulu  dakwah dengan wayang, maka sekarang dakwah dengan tulis menulis salah satunya adalah  cerpen, kenapa berdakwah dengan menulis cerpen..?  

Kita kembali pada masa sunan kali jaga, ketika beliau merubah  pertunjukan wayang yang mana bentuk wayang seperti halnya manusia hidup, hal itu sangat di larang oleh syari’at islam dan dulu pertunjunkan wayang adalah sebuah trend kekinian pada masa lampau itu. Maka Sunan kali Jaga menggunakan dakwah yang di sukai pada masa itu dan merubahnya pada syariat islam dengan sedikit demi sedikit.

pada zaman milenium yang super duper modern ini, di kalangan masyarakat yang banyak di gandrungi adalah sebuah cerita. Coba kita pikir bersama sama, ketika wali kelas di sebuah sekolah tidak hadir dan diganti oleh guru piket. Ketika guru menanyakan pelajaran apa sekarang, para murid menjawab bahwa pelajaran sekarang adalah cerita.

Apalagi cerpen pada akhir akhir ini sangat ngetren sekali di masyarakat umum, tapi sayangnya isi isi cerpen sekarang ini hanyalah bernuansa percintaan yang tidak ada hikmahnya sama sekali. Mari kita rubah isi isi cerpen yang begitu begituan dengan cerpen yang penuh pesan moral etika sebagaimana dulu wali songo mengubah wayang yang haram di syariat islam menjadi interaksi dakwahnya. Katakanlah pada zaman sekarang cerpen yang berjudul “Gus Jakfar” karya KH Mustofa Bisri yang di dalam ceritanya mengandung hikmah dan pelajaran.

maka kita sebagai kaum muda mudi Muslimin dan Muslimat, kita harus membuat cerpen yang penuh pelajaran dan hikmah dari cerpen yang dulunya hanyalah bernuansa percintaan yang tidak bisa di cerminkan sama sekali.

READ  Kita Sedang Menulis Cerpen!
__Terbit pada
20 November 2021
__Kategori
Langkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesunyian

Kesunyian

1 minggu  yang lalu
Seni Mengarang Cerpen

Seni Mengarang Cerpen

1 minggu  yang lalu
Kita Sedang Menulis Cerpen!

Kita Sedang Menulis Cerpen!

1 minggu  yang lalu
Kegelapan

Kegelapan

1 minggu  yang lalu
Cinta Terlarang

Cinta Terlarang

1 minggu  yang lalu