Pelajaran Sejarah Dihapus?

Salah satu yang lagi ramai diperbincangkan sama warganet, termasuk di media social saat ini adalah pelajaran sejarah yang akan dihapus dari kurikulum Pendidikan sekolah. Informasi ini muncul setelah munculnya draft sosialisasi penyederhanaan kurikulum dan asesmen nasional tanggal 25 agustus 2020. 

Disebutkan di dalamnya salah satunya adalah rencana penghapusan mata pelajaran sejarah untuk siswa-siswi SMK. Pada pelajar sma, mata pelajaran ini dijadikan sebagai mata pelajaran pilihan, sehingga mata pelajaran sejarah bukan lagi mata pelajaran wajib yang harus diambil oleh siswa-siswi.

Beragam komentar muncul dari linimasa twitter terkait isu yang beredar tersebut.

“Bayangkan kuliah 4 tahun pendidikan sejarah, pas lulus, pelajaran sejarah dihapus,” tulis salah satu akun seseorang. “Yang disayangkan kalau pelajaran sejarah dihapus bkn mahasiswa yg takut kehilangan peluang kerja, tp generasi muda nnti yg gatau sejarah bangsanya sendiri. Dijelasin sm guru aja blm tentu paham apalagi belajar sendiri,” imbuhnya. 

Bantahan Kemendikbud Kepala Badan Penelitian dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno, membantah hal tersebut. Ia mengatakan, pelajaran sejarah akan tetap ada dalam kurikulum. “Sejarah merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga menjadi kurikulum pendidikan,” kata Totok dalam keterangan resmi, Sabtu (19/9/2020).

Sementara, pada Minggu (20/9/2020), Mendikbud Nadiem Makarim langsung ngasih klarifikasi soal isu yang beredar tersebut. Nadiem mengatakan, draf yang beredar hingga munculnya anggapan akan ada penghapusan pelajaran sejarah berasal dari salah satu materi yang lagi dibahas oleh Kemendikbud secara internal. “Isu ini keluar, karena ada presentasi internal yang keluar ke masyarakat dengan salah satu permutasi penyederhanaan kurikulum,” ujar Nadiem.

Ia menjelaskan, permutasi nggak cuman satu, tapi ada banyak permutasi dengan puluhan versi yang berbeda. Permutasi-permutasi tersebut nggak serta merta disetujui, harus melalui FGD dan uji publik.Nadiem mengatakan, nggak ada yang menjamin kalo permutasi akan selalu terwujud menjadi sebuah keputusan akhir.

READ  Falsafah Haji dalam Kitab Turas

Ia juga menjamin sampai tahun 2022 nggak bakal ada penyederhanaan kurikulum. “Di tahun 2021 kami akan melakukan berbagai macam prototyping di sekolah penggerak yang terpilih, dan bukan dalam skala nasional. Jadi sekali lagi, tidak ada kebijakan apa pun di tahun 2021 dalam skala kurikulum nasional, apalagi penghapusan pelajaran sejarah,” ujar dia.

Nadiem menyebutkan, sejarah punya arti penting untuk setiap bangsa dan kehadirannya diperlukan dalam kurikulum pendidikan. “Saya ingin menjadikan sejarah menjadi suatu hal yang relevan untuk generasi muda dengan penggunaan media yang menarik dan relevan untuk generasi baru kita, agar bisa menginspirasi mereka,” ujar Nadiem.

Dalam klasifikasinya, Nadiem juga berkomitmen untuk terus menghadirkan sejarah dalam sistem pendidikan. “Sekali lagi saya imbau masyarakat jangan biarkan informasi yang tidak benar menjadi liar. Semoga klarifikasi ini bisa menenangkan masyarakat,” kata dia.

__Terbit pada
31 Desember 2021
__Kategori
Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Guru

Guru

6 hari  yang lalu
Restu Ortu

Restu Ortu

1 minggu  yang lalu
Gaya Gravitasi Bumi

Gaya Gravitasi Bumi

2 minggu  yang lalu
Rafly

Rafly

2 minggu  yang lalu
Pelajaran Sejarah Dihapus?

Pelajaran Sejarah Dihapus?

3 minggu  yang lalu
Dunia Pesantren

Dunia Pesantren

1 bulan  yang lalu
Meniru Anime

Meniru Anime

1 bulan  yang lalu